Lumajang Banjir Lahar Dingin, Pemerintah Pusat Bantu Penanganan

TAKARANEWS – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah menetapkan status tanggap darurat setelah terjadi banjir lahar dingin di Gunung Semeru. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa pemerintah pusat akan segera memberikan bantuan dalam penanganan bencana ini.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan, “Saat ini, Bupati telah mengeluarkan status darurat sehingga bantuan dari pemerintah pusat dapat segera diterima.” Namun, Abdul Muhari tidak merinci jenis bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Pusat, karena masih menunggu koordinasi lebih lanjut.

Meskipun demikian, tim BNPB telah berada di lokasi bencana dan sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan dan pemulihan pasca-bencana, termasuk perbaikan jembatan yang rusak akibat banjir lahar dingin.

“Deputi 3 Tanggap Darurat BNPB sudah berada di Lumajang dan saat ini sedang berkoordinasi dengan pimpinan daerah untuk melakukan penilaian cepat terhadap situasi dan kebutuhan, termasuk pemulihan infrastruktur yang terdampak,” jelas Abdul Muhari.

Berdasarkan data BNPB per Sabtu (8/7/2023) pukul 08.00, terdapat 571 warga yang mengungsi di 13 titik pengungsian akibat limpasan lahar dingin. Selain itu, terdapat enam jembatan yang putus.

BNPB juga mengingatkan bahwa masih ada potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur dari tanggal 7 hingga 13 Juli 2023 berdasarkan prakiraan BMKG. Oleh karena itu, BNPB meminta warga untuk tetap waspada.

“Menyikapi hal ini, BNPB menghimbau agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi,” ungkapnya.

Abdul juga menyebut bahwa diperlukan upaya mitigasi jangka panjang berbasis vegetasi dengan menanam tanaman seperti akar wangi untuk mengikat struktur tanah dan mengantisipasi ancaman tanah longsor.

Sumber: detik.com

Bagikan